Kawan, sebagai perempuan aku sangat bangga. Seperti yang dikatakan william golding, penyair dan penulis novel, " Setiap wanita jauh lebih hebat dari laki-laki, sudah sejak dahulu demikian . Apapun yang kamu kasih kepada wanita, ia akan selalu memberi lebih. .... "
Kau tau kawan, jika ada sebuah kata " Wanita sekarang sudah setara dengan kaum laki-laki. " Bohong. Kita sudah jauh lebih hebat sejak dulu .
Jika laki-laki mampu bekerja , seorang wanita jauh lebih bisa bekerja dibidang apa saja. Kau tau kawan, bagi mereka pekerjaan ibu rumah tangga terlihat mudah dan tidak melelahkan daripada bekerja dikantor, dipabrik seperti yang laki-laki kerjakan. Tapi kau tau, mereka akan mengeluh setengah mati jika seharian disuruh menggantikan posisimu sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan wanita, sudah banyak yang kerja dikantor , sudah banyak yang kerja buruh dipabrik, kerja disawah seperti yang laki-laki lakukan. Sungguh kawan, banggalah menjadi kaum perempuan. Kau hebat , kuat . Bukan hanya terletak pada otot tapi hati.
Laki-laki tau tempat uang , tapi wanita mengerti cara menempatkan uang.
Kawan, terkadang seorang perempuan tidak ingin banyak uang tapi hanya lah cukup.
Cukup untuk membiayai pekerjaanmu (laki-laki), membiayai anakmu, cukup untuk membuat dapur terus mengepul . Itu yang terpenting baginya. Lalu hadiahnya?? Untuk dirinya sendiri?
Berhasil menempatkan uang pada tempatnya tanpa harus meminta lebih darimu (laki-laki) .
Begitulah seorang wanita , meski tidak semua tapi sebagian besar dari mereka adalah yang ku tulis disini.
Hidup itu pilihan kawan, untuk menjadi seorang laki-laki atau perempuan itu memang takdir Tuhan, tapi ingin menjadi laki-laki/ perempuan seperti apa itu terserah kau . Tidak ada pribadi sempurna.
Nofita RS
cerpen remaja,artikel , ungkapan hati
Sunday, February 28, 2021
Woman is............................
Tuesday, March 13, 2018
Sakinah
Kala itu kau lihat diriku sangat cantik. Polesan foundation dan kawan-kawannya membuat semua orang melihatku berbeda.
Bak Ratu sehari. Pangeran menggengam erat jemariku. Matanya seolah berkata bahwa ia tidak ingin melepas hari ini begitu saja.
Aku pun sama. Aku sangat bahagia, melihatnya begitu tampan dengan beskap yang dikenakan hari ini.
**
Aku merasa sangat kesakitan, perutku seakan mau pecah. Ohh ternyata seperti ini perjuangan ibu. Ohh sakitnya tiada tanding. Banyak ohh yang bergelut diotakku saat itu.
aku sangat letih, setiap kali bayi kita menangis tiap malam. Mengganti popok tengah malam.
Jangankan memperhatikan penampilan, waktu makanku sering terlewat.
**
Sering kali kau memandang wajah letihku, aku kusam ya? Ada kerutan diwajahku? Aku sudah tua ya?
Batinku .
Sering kali kau mengelus tubuhku yang bergelambir, MUNGKIN aku gendut?
Mungkin aku perlu sedot lemak?
😪Sungguh, aku ingin tetap terlihat cantik dan rapih seperti saat pertama kali kamu jatuh cinta padaku.
Friday, December 22, 2017
One who love me without AIUEO
22 Desember 2017,
Welcome.......😊
hari ibu ya?
Mungkin hari ini seluruh dunia merayakan hari ibu dengan cara unik masing-masing.
Tapi bukan gue.
Nyokap gak ngerti tanggal begituan. Gue cuma sekedar nyetatus aja biar sama kaya yang lain. Kenapa? Buat gue , ngucapin sayang sama nyokap gak harus gerudukan gini. Bahkan gue gak pernah ngucapin Live. Buat nyenengin nyokap aja gue gak bisa. Kalopun bisa itu gak seberapa dibanding Apa yang udah beliau kasih buat gue. Cinta tulus dan lebih ,lebih dari itu. 😪
Kalopun kita sering selisih pendapat dan menyakiti satu sama lain tanpa kata maaf pun semua akan kembali baik-baik saja . Karena ketulusannya melebihi sutra. Semoga Tuhan panjangkan umurmu ibu. I love u more than anything. 😢
Monday, October 2, 2017
FADAN FEBRIAN POETRA
Kak, Jadikan aku temanmu saja. Agar cemburu dan sakit hati pun aku tak berhak. Kamu bukan kamu yang aku kenal dulu. Meskipun begitu rasa ini masih sama seperti pertama kali mengenalmu. Utuh. Bahkan semakin mengekangku untuk tidak melepasmu untuk siapapun. Mungkin kamu berbeda karena hal ini. Risih. Bagaimana tidak. Posesif. Aku seperti itu, dan kamu tidak akan pernah tau seberapa rasa ini berperan . Sejak hari pertama aku mengenalmu , aku merasa menjadi pribadi lemah. Kamu satu-satunya orang yg berpengaruh besar untuk hidupku. Kadang aku berfikir mungkin aku sudah berubah jadi psikopat. Jika aku tidak bisa memilikimu , orang lain juga. Aku ingin membunuhmu saja. 😁 . Gila bukan????
Disisi lain aku tidak ingin kehilanganmu. Aku mau kamu mencintaiku. Aku mau memilikimu lahir batin. Egois???? Tidak. Buat aku mencintai harus memiliki . 😫 Aku tidak ingin tersakiti. Biarkan aku terus menjadi temanmu.
Mencintaimu bukan yang aku mau. Aku mau kamu mencintaiku. Ini tulisan seorang psikopat. Kamu menyakitiku berkali-kali. Aku tau , agar aku menjauh darimu. Bagaimana jika aku tidak bisa. ? Kamu mengecewakanku berulang kali. Agar aku membencimu dan pergi. Bagaimana jika sampai saat ini aku tidak pernah benar-benar membencimu.
Jika bisa... Hapus rasaku dengan caramu . Berapa tahun aku mengenalmu? Aku tidak bisa berhenti mencintaimu .
Trimakasih untuk segala hal baik yang kamu lakukan untuk membahagiakanku. Aku sangat bahagia meski kamu tidak pernah benar-benar menyayangiku. Dan maaf aku menyakitimu dengan memaksamu untuk tetap bersamaku. Maaf . Aku mencintaimu.
Sunday, May 21, 2017
FELISSA
Nama gue Bagus, gue mahasiswa fakultas ekonomi. Saat ini gue magang di perusahaan bokap gue . Gue jomblo tapi gue ganteng. Mungkin cewek-cewek takut sama kegantengan gue yang diatas rata-rata ini makanya gue jomblo. Bukan salah gue dong kalo gue ganteng maximal.
Hari ini gue ketemu cewek yang cantiknya naudzubillah. Di sejarah hidup gue, belum nemuin cewek secantik dia.
"Pak , ini sekretaris baru bapak . " Kata mbak manik salah satu karyawati di kantor bokap gue.
Oalahhh dia sekretaris bokap gue.
Cantik banget. Siapa namanya ,ya ampun cantik banget.
"Mas Bagus , mas... ndak kuliah? "
"Iy. .iya mbak ini mau cabut. "
Sampe kampus gue masih kebayang muka cantik si dia. Andaikan jadi pacar gue. Pasti gue nggak jomblo lagi.
"Gus, lo kenapa muka lo cerah ceria banget, gajian ya..traktir dong ."
Tiba-tiba aja Danil udah di depan muka gue . Danil salah satu sahabat gue yang tengil masa ampun suka ngeledek gue jomblo, padahal sih muka dia nggak ganteng-ganteng amat masih gantengan gue tapi dia punya pacar.
"He.. Bagus, gue punya cerita mantap buat lo ." ,Nahh. .ini nih yang suka muncul tiba-tiba kaya jelangkung, namanya Firman sahabat gue juga nih. Kalo dia mah wajar punya cewek muka ok, body dapet . Hahaa..
"Apaan sih lo pada, gue lagi seneng abis dapet durian runtuh."
"Yang bener gus, apa coba?" , Danil penasaran sama ucapan gue.
"Di kantor bokap gue ada sekretaris baru yang kayaknya bakal jadi jodoh gue ,"
"Lo itu ditakdirin jomblo seumur hidup ,udah terima aja." Si Firman mulai ngeledek nih.
"Ni cerita seru gue, gue semalem abis tunangan sama cewek gue. " Sambung Firman lagi.
"Widihhh... tinggal selangkah lagi dong fir ."
Danil menyemangati Firman. Gue diem aja deh .
Duh makin ketinggalan jauh aja nih gue. Sial!!!
***
Setiap gue berangkat magang rasanya semangat banget. Cewek itu berjalan dari arah ruangan bokap gue. Nggak begitu berani sih mau kenalan trus PDKT kaya di FTV-FTV gitu. Satu-satunya cara cuma lewat bokap gue biar tau nama cewek itu.
Glekk.... , pintu ruangan bokap gue tutup rapet .
"Ada apa gus, tumben ? Ada yang kurang paham , sama mbk Manik aja papa sibuk."
"3 menit aja pa, siapa nama cewek itu-emmmhh maksud Bagus nama sekretaris papa yang baru itu tu.. ?" , Mata gue mengedip sebelah kode buat bokap .
Bokap gue malah ketawa cekikikan.
"Felissa maksud kamu? Kenapa, kamu suka?" Sambung bokap gue sambil mengedipkan sebelah matanya .
"Oke, pa. Thanks ."
Bokap gue ini tipe bokap yang suka bercanda , bijak , tapi suka ngeledek gue juga soal gue nggak dapet-dapet pacar. Apess hidup gue😞.
Tapi gue bahagia banget hari ini akhirnya gue tau nama cewek cantik seantero itu. Felissa. Yeahhhhhh!
Sejak gue tau nama cewek itu , kayanya gue malah jarang ketemu dia di kantor. Apa perasaan gue aja ya?!.
Gue jadi kepikiran dia sakit atau kenapa-kenapa.
Akhirnya gue tanya sama bokap kenapa dia nggak kelihatan beberapa hari ini.
Ohhhhh...ternyata dia ada kepentingan di luar kota. Kepentingan apa? Sampe dia ninggalin kantor gitu. Eittsss jangan sok posesif , lu siape gus. Hati gue udah perang bak malaikat baik sama setan terkutuk.
***
"Hey bro,, ngetan ngulon nyari siapa lo ?" , Danil nepuk pundak gue dari belakang.
"Ehh Firman kemana, bukannya pagi ini dia ada jadwal pagi ya? Tapi kok...."
"Wahh lo kelamaan silem di lautan gini nih, nggak tau daratan. Si Firman kan preweed , dia ijin nggak kuliah brohhhh."
APAAA????? Firman preweed ?
Kemarin gue ketinggalan jauh, sekarang apa? Ketinggalan jauh banget??!!😭😭😭
"peluk gue bro, peluk gue !" Kata Danil prihatin lihat muka gue asem banget .
Selamat pagi, hari ini gue semangat banget magang . Karena apa? Si cantik udah masuk kantor lagi. 💃💃. Biar gue nggak tambah ketinggalan jauh banget nih sama si Firman ,gue bakal deketin Felissa.
"Selamat pagi , Felissa?" ,agak nervous juga ya nyapa cewek cantik.
"Pagi mas ." Sapa dia balik dengan tangan masih diatas tuts keyboard.
"Loh, anaknya pak Wildan kan?" , Kata dia lagi.
Jadi dia udah tau gue. Selama ini berarti dia pernah merhatiin gue magang dong? Asikkk. Lampu ijo.
"Iya, ntar makan siang bareng yuk di kantin. " , siapa suruh gue bilang gitu, ya Tuhan kalo dia nolak gimana? Tengsin.
"Boleh, mas Bagus."
Apa? Dia tau nama gue juga. Dan dia mau gue ajak makan siang? Ini namanya pucuk dicinta ulam pun tiba.
Ini hari ke- lima gue bisa makan siang bareng, ngobrol bareng dan ketawa bareng Felissa . Hidup gue indah banget, bentar lagi gue bakal nembak tu cewek.
Fel, gue jemput jam 19.00 ya . Gue kirim pesan singkat ke nomor Felisa. Deg-deg an nunggu balesan dari Felisa. Ini udah ke 3 kalinya gue nglirik layar ponsel tapi belum ada balesan juga.
"Klinggg. ." Akhirnya di bales juga sama Felisa .
"Mau ajak gue kemana gus? " , Tanya Felisa singkat.
"Taman kota fel, mau ya. Ada yang mau gue omongin."
"Oke. Tapi nggak usah dijemput gus kebetulan ntar malem gue juga mau kesitu kok." Jawabnya lagi.
Yeahhhhhh, lampu ijo lagi nih. Gue nervous takut ngomongnya berantakan dan ....... kebelet pipis😞 kan jadi malu-maluin .
18.30......
"Mas , mau kemana sih? Itu baju berantakan banget loh dikasur." Kata adek gue bingung.
Gue udah ganti baju lima kali dan belum juga nemuin baju yang cocok buat gue ngedate sama Felisa.
"Udah lo diem aja anak kecil, gue mau pacaran."
Adek gue ketawa lepas sambil jungkir-jungkir di kasur. "Emangnya mas Bagus udah punya pacar? Ada yang mau emangnya sama mas Bagus?"
Tambahnya sambil masih cekikikan .
Gue jadi tambah nervous aja.
TAMAN KOTA, 19.00
"Fel, gue sampe lo dimana?"
Nggak ada balesan sama sekali , gue udah nunggu sekitar 10 menit .
"Hey, Bagus. Gue dari tadi loh nunggu lo. " Sapanya tiba-tiba.
"Hey, juga gue udah sms lo . Nggak dibaca ya. ."
"Aduh sorry gus , Handphone gue ketinggalan dirumah. Ya udah gabung disana aja yuk. "
Katanya lagi sambil menunjuk ke arah bangku taman. Tapi disana gue lihat ada seseorang duduk. Kelihatannya juga dia cowok.
"Oh ya, katanya mau ngomongin sesuatu. Masalah kerjaan ya? Udah diomongin aja besuk di kantor. Sini yuk gue kenalin sama seseorang."
"Ehhh. ..bukk...bukan fel ."
"Bukan apa, udah ayokkk gus ." Felisa memotong ucapan gue. Mau nggak mau gue ikutin Felisa yang narik tangan gue setengah maksa. Kayaknya gue kenal sama cowok itu. Bentuknya dari belakang itu nggak asing, tapi siapa ya? Pikiran gue melayang-layang.
"Loh, Gus. Loe?"
Tuh kan bener, gue kenal.
"Ya ampun dunia sempit banget ya, lo ngapain disini? ", Sambung cowok itu.
Wajah gue bloon banget , gue mau jawab apa. Eh tunggu , Felisa ada hubungan apa sama ...... -
"Fir, kamu udah kenal sama Bagus? " , Wajah Felisa lebih bingung .
"Iya dong sayang, dia ini sahabat ku yang jomblonya nggak kelar-kelar. Hehe", Firman mulai meledek lagi.
SAYANG, Ini artinya... Felisa itu pacar nya Firman. Lebih tepatnya tunangannya.
Tuhan... apess banget hidup gue😭😭😞😞.
***
Krettttt.... Adek gue perlahan masuk kamar gue .
"Mas, gimana ngedate nya. Cerita dong."
Belum juga dia duduk di kasur langsung gue lempar bantal ," sana lo pergi. Pusing kepala gue. Sakit hati gue. "
"Mas, lo kenapa? "
"Loe tau Na, Gebetan gue ternyata tunangannya Firman ." Sambil gue lempar bantal lagi ke adek gue.
"Hahahhaa, mas..mas... apes bener hidup lo. Terima nasib aja mas , semua akan menemukan jodoh pada waktunya. " Ujarnya sambil balik melempar bantal ke gue.
"Iya, kapan na. Gue udah terlanjur suka sama Felisa. "
"Oh Felisa namanya gebetan mas Bagus itu, eh maksud gue TUNANGANnya mas Firman. "
"Pergi sana lo. Mas nya sakit hati malah diledekin" , gue lempar bantal lagi tu bocah kali ini sekaligus dua bantal. Akhirnya dia ngacir pergi.
Felisa...Felisa. Sekali gue jatuh cinta ternyata lo tunangan sahabat gue. Kenapa lo nggak pernah cerita. Dan gue baru sadar, beberapa hari waktu itu Felisa keluar kota untuk kepentingan preweed. Sama halnya dengan Firman . Dan gue juga baru sadar waktu Firman cerita malam itu dia habis tunangan. Ternyata lo Felisa , tunangan Firman sahabat gue.
Saturday, April 9, 2016
Hijrah Cinta
Hanafi terus memandangi foto gadis slengekan itu. Sore ini dia akan menemuinya di taman kota. Terdengar dari suaranya ditelepon gadis itu jutek, galak dan keras kepala. Tapi demi almarhum ayahnya yang tengah berjanji pada Om Wawan (sahabat ayah Hanafi) bahwa ketika anak-anak mereka sudah dewasa akan dijodohkan.
16.00 Taman kota
Hanafi melihat sekeliling. Setiap perempuan dipandangnya , dibandingkan dengan foto yang di tangannya. Tapi ia tidak menemukan wajah yang sama dengan foto itu. Ia pun menelepon gadis itu segera.
"Assalamualaikum, adek dimana?".
"Eh gue udah liat lu, biar gue aja yang samperin kesitu." Telepon terputus begitu saja.
Lima menit kemudian ada seorang perempuan datang menghampiri Hanafi yang sedang celingukan dibangku taman.
"Bang, lu nyari gue kan?.." .
"Astagfirulloh, anda siapa?" .
Hanafi dikagetkan dengan perempuan berpakaian ala preman. Jeans panjang sobek dimana-mana, kaos oblong tanpa lengan belum lagi rambut pirang yang membuat Hanafi tidak berhenti menggumam.Tidak salah lagi itu adalah gadis yang akan dijodohkan dengannya.
Malam ini Hanafi tidak bisa tidur gegara gadis berambut pirang itu. Dalam hatinya berbisik "Apa aku bisa merubahnya menjadi perempuan yang lebih baik seperti permohonan kedua orang tuanya?" . Hanafi menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian memandang foto gadis itu lagi . Tersenyum, sebenarnya ia begitu mengagumi paras gadis itu. "Andaikan dirinya berhijab, pasti ..... sangatlah cantik ."
Tanggal pernikahan semakin dekat. Tidak ada satu hal positif pun yang Hanafi tahu tentang calonnya ini. Yang ia ta tahu gadis itu keras kepala. Satu hari sebelumnya Hanafi bertemu gadis itu dan gadis itu tetap tidak mau menerima perjodohan ini. Hanafi khawatir ketika hari H nanti gadis itu menolaknya mentah - mentah untuk dipinang.
"Bang , gue siap menikah sama lu demi ayah dan ibu."
Begitu isi pesan singkat dari gadis itu. "Subhanalloh..." Hanafi kemudian membalas pesan singkat gadis itu .
April , 13.00
Resepsi pernikahan Hanafi dan Hawa berlangsung hikmat dan lancar . Senyum Hanafi melebar ketika melihat istrinya berhijab seperti yang ada diangan-angannya. Hawa terlihat sangat cantik dengan kebaya putih adat jawa dan hijab yang menutupi rambut pirangnya itu.
"Dek, kamu cantik hari ini." Bisik Hanafi kepada Hawa ketika duduk dipelaminan disaksikan orang banyak.
Tapi Hawa tersenyum kecut dan acuh. Hanafi menunduk dan menghela nafas panjang.
"Bang, lu jangan ge-er ya. Gue mau nikah ama lu bukan karena gue cinta ama lu. " Bisik Hawa. "Gue itu bukan orang baik, alim , solehah bang. Jangan ngarep deh gue ini berjodoh ama lu." Sambungnya lagi.
"Setidaknya aku bisa bersanding denganmu hari ini. " Hanafi menatap Hawa dengan senyuman.
Hari pertama setelah pernikahan....
"Jangan pernah menyentuhku sedikitpun. Atau kita akan cerai. " Gertak Hawa pada suaminya . Hanafi menyeruput kopi pertama buatan Hawa yang disediakan di meja kamar.
"Baiklah. Kalau begitu aku tidur di sofa saja dek ." Kemudian beranjak pergi . Hawa membawakan bantal dan selimut untuk Hanafi tidur di sofa. Satu-dua-tiga malam sudah Hanafi tidur di sofa . Hawa menyediakan bantal dan selimut. Kopi manis , hangat di meja kamar. Selalu seperti itu.
Hingga suatu ketika..
"Bang, lebih baik carilah wanita diluar sana yang bisa memberimu keturunan. Gue kagak bisa. " Hawa menyalakan korek api dan membakar ujung rokoknya.
"Ayolah bang, gue ini kagak baik buat lu." Hawa bermain dengan kepulan kecil asap rokoknya.
"Baiklah. " Hanafi hanya menjawab singkat . "Buanglah rokokmu. Ini yang membuat kamu tidak baik. " Tanpa kata Ya dari Hawa , rokok itu sudah terjatuh dilantai karena Hanafi membuangnya. Hawa hanya bisa melongo tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Mulai sekarang ikuti kata-kataku", kata Hanafi menatap tajam pada Hawa.
"Lu sadar ga bang, tindakan elu ini bisa jadi pemicu..", dengan tatapan yang masih sama tajam Hanafi menjawab
"Saya tidak peduli. Karena saya adalah suami kamu, mulai sekarang kamu harus mengikuti apapun kata-kata saya ", sergah Hanafi sinis memotong bantahan Hawa.
Kali ini ada yang lain pada Hanafi, Hawa tak pernah melihat Hanafi yang seperti ini. Sebelum Hawa berusaha membantahnya, Hanafi sudah menyambar bungkus rokok yang disimpan Hawa lalu melangkah keluar. Memang rumah yang mereka berdua tinggali itu bukanlah rumah yang besar, rumah salah satu milik orang tua Hanafi itu sekarang sudah menjadi milik mereka berdua. Hawa hanya bisa menatap kepergian suaminya itu dengan memikirkan sesuatu yang kuat tersembunyi dalam pria yang beberapa menit lalu menatapnya tajam. Malam setelah kejadian sore itu Hawa belum berani bicara pada Hanafi, makan malam pun dilewati mereka tanpa sepatah kata hingga "maaf", ucap Hanafi singkat melanjutkan makan malamnya tanpa menatap Hawa di hadapannya. Hawa sempat terkesiap mendengarnya, namun seketika itu juga menjawab dengan sarkastik ,
"gue nggak butuh ucapan maaf dari elu bang". Hanafi menghentikan makan malamnya, meletakkan sendok dan bersedekap serta merta menatap Hawa lekat-lekat.
"Bersyukurlah kamu karena memiliki saya sebagai suami kamu, kamu tidak akan pernah mengira apa yang akan terjadi jika saya sewaktu-waktu berubah pikiran dan bisa berbuat sesuatu di luar dugaan kamu", ujar Hanafi. Hawa menghentikan sejenak kunyahannya,
"Jadi lu ngancem gue bang ?", Hawa memberanikan diri menatap lekat-lekat mata Hanafi.
"Bisa dibilang saya bukan tipe orang yang suka mengancam, tapi jika kali ini kamu menganggapnya begitu saya tidak akan menyangkalnya", Hanafi merapatkan tubuhnya pada meja mendekatkan wajahnya pada wajah Hawa. Hawa refleks memundurkan tubuhnya terkejut atas tindakan tiba-tiba Hanafi ini. Memang akhir-akhir ini semenjak peristiwa rokok sore itu, Hanafi kerap melakukan 'tindakan-tindakan mengejutkan' tanpa sepatah kata pun.
**
"Hawa, apa kamu yakin ingin menggugat cerai Hanafi?", Pertanyaan ibu kali ini membuat Hawa tersentuh . Keinginannya bercerai dengan Hanafi memang tidak begitu kuat tapi melihat sikap Hanafi belakangan ini Hawa menjadi takut . Hawa tidak menjawab pertanyaan ibunya ,air matanya mengalir . "Hawa, bercerai itu bukan hal yang disukai Tuhan. Pikirkan lagi nak. Ibu berharap kamu berubah pikiran."
Sedemikian kata-kata ibunya , Hawa berubah pikiran. Hanafi tidak lagi melihat istrinya merokok, kasar kepadanya , dan membuka hijab semaunya seperti sebelumnya . Ia begitu heran melihat banyak perubahan dalam diri Hawa.
"Bang, " katanya lembut sembari menyentuh tangan Hanafi. Tapi Hanafi malah takut jika tiba-tiba Hawa menamparnya karena sikapnya beberapa hari ini.
"Apakah abang tau kalau Hawa pernah berfikir ingin menceraikan abang?"
"Astaghfirulloh, dek. Benarkah? Maafkan sikap saya akhir-akhir ini, saya hanya ingin ...." .
"Stttt..", telunjuk hawa sudah mendarat di depan mulut suaminya yang ketakutan itu.
"Hawa yang minta maaf bang, sejauh ini Hawa bukan istri yang baik buat abang. Hawa kasar sama abang dan Hawa menyesal pernah berfikir ingin bercerai dari abang. " , Hawa menunduk malu di hadapan Hanafi.
Tanpa sepatah kata Hanafi mendekapkan kepala istrinya itu didadanya. Ia tidak pernah menyangka Hawa akan berubah menjadi wanita lebih baik.
"Dan Hawa pengen bilang bang, " , Tiba-tiba Hawa melepaskan dekapan Hanafi .
"Kenapa dek,?" Tanya Hanafi kembali takut.
"Hawa cinta sama abang." Kata Hawa bersemangat . "Saya juga mencintai kamu."
Hanafi tersenyum manis dan kembali memeluk hangat istrinya .
Monday, February 22, 2016
Sepasang Bola Mata
"Bagaimana? Ini sudah hampir dimulai acaranya tapi Alfa belum juga datang.." Pak Sadam mulai bingung dan panik . Fela juga mulai panik ketika pasangan peran teaternya itu belum terlihat batang hidungnya. "Sudah begini saja pak, Bima yang menggantikan peran Alfa." Usul salah satu siswa. Dengan wajah mendukung dan kepiawaiannya memainkan peran apapun di teater akhirnya Bima menjadi pilihan alternatif.
Ulang tahun SMK N 2 Pacitan itu berlangsung lancar dan meriah. Hari itu Alfa benar tidak bisa datang. Tapi ntah apa alasannya. "Fel.. Pacar macam apa tuh si Alfa. Yang pacarnya Alfa kan lo kok Alfa ngabarinnya lewat Dean ?" Stefani layaknya kompor meleduk . Panas. Kurang lebih seperti itulah hati Fela saat ini.
Tak ayal lagi, Alfa terlihat sangat dekat dengan Dean. Fela melihat itu semua dengan teman-temannya. "Tuh kan fel, apa gue bilang?""Bener deh, eenek banget gue lihat mereka berdua gitu."
"Ihhh .. Apaaan pakai elus-elus rambut segala. Emang playboy tuh Alfa."
Fela tidak berkomentar apapun. Memang sejak acara teater itu Alfa tidak ada komunikasi dengan Fela. Ada perasaan tidak enak di hati Fela. Kemudian dia menghubungi Alfa. Apa yang didapat? Nomor yang anda tuju sedang sibuk. Cobalah beberapa saat lagi
Sayu diwajah cantik Fela mulai terlihat. Benarkah cowok yang dikenalnya belum lama itu meninggalkannya begitu saja. Fela mencoba mencari alamat rumah Alfa. Jl. Ahmad yani no. 08
"Assalamualaikum" Fela mengucap salam dengan lantang. Degup jantungnya tak beraturan. Apa yang akan dia lakukan di rumah yang tak begitu besar tapi tinggi itu. Setelah beberapa kali mengucap salam , keluar seorang perempuan bertubuh kecil tinggi berambut lurus sebahu mengenakan jeans selutut dan kaos oblong . "Loh.. Kak Fela. Masuk kak"
Dean. Yaah, tidak salah lihat lagi itu Dean. Kenapa cewek ini lagi ?.Fela menolak tawaran Dean untuk masuk kedalam rumah itu. "Emh nggak usah yan. Alfa nya ada?"
"Ada kok kak, tadi sama aku di... "
"Oh ya udah . Aku balik ya. Makasih." Setelah melempar senyum hampa kemudian Fela pergi. Dean tercengang di depan pintu lalu masuk dan menutup pintu itu.
"Tuh kan Fel, udah jelas. Lo kerumahnya tapi yang keluar malah Dean. Ngapain coba dia dirumah Alfa??"
"Beeehhh, itu mah udah keterlaluan Fel. "
Tapi hati Fela berkata lain dengan pendapat teman-temannya.
"Alfa... " Tiba-tiba Fela berlari menghampiri Alfa yang sedang berjalan di depan kantin.
"Kenapa?"
"Al.. Kamu marah sama aku?"
Alfa hanya tersenyum. "Eh dek, tunggu. " Alfa meninggalkan Fela dan menyusul Dean di bangku taman. Tanpa pikir panjang , Fela mengikuti Alfa duduk dibangku bersama Dean dan meluapkan kekesalannya .
"Oh.. Jadi ini alasan kamu menghindari aku. "
Fela berkacak pinggang.
"kak, kak Fela salah paham. Kak Alfa ini abangku. "
"Kok, kok bisa . "
Aduh malu nih gue batin Fela mulai ikut campur.
"Iya kak. Tapi sekarang kak Alfa nggak mengenal siapapun kecuali keluarganya. " Dean menunduk.
"Siapa ini dek ? Dari tadi ngejar aku terus." Alfa menatap Fela kemudian menghampirinya.
"Kenapa De, Alfa jadi seperti ini?"
"Kata Dokter Kak Alfa Amnesia semenjak kecelakaan waktu itu. Makanya kak Alfa nggak bisa datang di acara itu."
"Al... Kamu masih inget aku kan? Al..aku Fe-la. Fela Al, yang waktu itu kamu nembak aku buat jadi pacar kamu. " Fela mengguncang-guncang bahu Alfa sambil memaksa ingatan Alfa kembali.
"Fela?, Dek siapa sih dia?" Alfa berpaling dan mendekat ke Dean .
Malam ini Alfa susah memejamkan mata. Ingatannya terus pada gadis ngeyel itu . Siapa dia Hatinya terus bertanya seperti itu. Tiba-tiba Dean masuk kamarnya dan memberikan sebuah bingkai kacamata . Dean terus memaksanya untuk mengingat tentang bingkai kacamata itu. Hingga akhirnya Dean memakainya.
"Fela. Aku mengingatnya dek, iya."
"Fela..tunggu." Alfa mengejar Fela yang baru memasuki kelas.
"Alfa, kamu ingat aku? " Senyum Fela mengembang bak kue diberi backing powder.
"Bukankah kamu ingat kalau sepasang bola mata akan melihat apapun secara bersama. Seperti halnya kita. Akan terus sama-sama selama Tuhan mentakdirkan. "
"Kacamata itu masih? " Fela tertawa . 1 tahun lalu kacamata tanpa kaca itu adalah saksi first date mereka. Setiap mengingat kejadian waktu itu mereka tertawa. Kacamata itu baru dibeli dari sebuah toko. Tapi setelah dipakai beberapa detik kacanya jatuh dengan sendirinya. Mereka menganggap itu takdir Tuhan. Biarkan kita saling melihat sepasang bola mata yang tulus menyayangi.