Senja tersenyum dan meninggalkan Dani sendiri dikantin. Keputusannya berpisah dengan Dani sudah bulat semenjak orang ketiga hadir ditengah hubungan mereka dan Dani mengkhianati kesetiaan Senja
Gemercik hujan seakan menemani kesendirian Senja. Kakinya yang jenjang terus mengayuh Momo hingga pertigaan jalan menuju rumahnya. "istri macam apa kamu ini, suami pulang tidak disambut malah ngomel-ngomel .." Tidak asing lagi ketika Senja mengetuk pintu dan mengucap salam terdengar Ayah dan ibunya sedang adu mulut. Pikirannya yang menggelayut tentang Dani dan kini orangtuanya melayangkan gugatan cerai. "ayah dan ibu tidak usah susah berebut senja akan tinggal dengan ayah atau ibu. Mulai besok Senja akan pergi dari rumah ini. " Katanya dengan isak tangis didepan kedua orangtuanya. "Senja, Sama saja kamu ini dengan ibumu, aneh. Kamu tinggal saja dengan ayah dirumah ini biar ibumu angkat kaki dari rumah ini ." Pagi buta Senja berkemas tanpa sepengetahuan ayah dan ibunya. Membuka lalu menutup lirih pintu gerbang. Menuntun momo hingga jalan utama yang agak jauh dari rumahnya. Terik matahari pagi mengiringi perjalanan Senja. Kemudian memaksa Senja istirahat sejenak ."Mau kemana pagi-pagi begini ?" "Laki-laki itu kan yang menabrakku dikampus?" pikir Senja. Laki-laki itu menyodorinya soft drink. Sepertinya dia habis Jogging , terlihat dari pakaian dan handuk yang menggantung dilehernya. "eh, kamu kan yang mengatai aku bodoh .." "kenapa kamu baik padaku , memberiku minuman segala. Jangan-jangan mau meracuniku. " Cetus Senja pada laki laki bertubuh tinggi semampai dan berkulit putih itu. "Eh bodoh, dikasih minuman malah menuduh macam-macam. Aku cuma kasihan lihat kamu duduk ditrotoar bawa ransel ngapain juga coba?" "Aku minggat dari rumah . Kesel juga punya ortu kerjaannya berantem trus " ... Senja diam sejenak, "Kenapa juga aku cerita sama cowok gak jelas ini. " pikirnya."Trus dengan kamu kabur ortu kamu gak bakal berantem lagi gitu? bodoh !"
Lagi -lagi dia menyebut Senja bodoh. Senja tidak menjawab hanya meneguk sebotol soft drink kemudian beranjak . "Mau kemana, ?" Laki laki itu menahan pundak senja yang mau beranjak . "Ke kampus lah . Lepasin gak?""Oke, Sampai ketemu dikampus . Aku ega."
katanya lagi sambil mengulurkan tangan memperkenalkan namanya ke senja. "Senja Dian prawira . " Senja menjabat tangan laki-laki itu. Kemudian mereka pergi berlawanan arah."Dimana kamu,Senja ?. Ayah dan ibu cemas segera pulang . Kami berulangkali meneleponmu tapi tidak ada jawaban. "
Senja mengambil ponsel dari sakunya dan membaca pesan singkat dari ayahnya. Terlihat dilayar ponsel 5 missed call dari ayah dan ibunya. Senja duduk terpaku ditaman kampus memikirkan bagaimana nasibnya jika kedua orangtuanya bercerai. Bahkan gadis berkacamata ini meneteskan air mata kemudian mengusapnya dengan telapak tangannya segera."Nih," laki laki yang tadi memperkenalkan bahwa namanya adalah Ega lalu memberi tissu pada Senja
. "Kenapa kamu disini, pasti mengikutiku dari tadi. Atau kamu mau meledekku bodoh lagi ?"" Iyalah bodoh, nangis kok dilap pake tangan . "
Ega tersenyum meledek Senja yang matanya masih berkaca-kaca. "Kamu pikir ini lucu ? dasar cowok aneh. ""Senja, itu kan panggilanmu. sebagai permintaan maaf karena aku sering manggil kamu Bodoh jadi aku mau nemenin kamu disini silahkan curhat apapun itu biar kamu lega." Kata ega sambil mengulurkan jari kelingkingnya tanda permintaan maaf.
"Aku tidak menyukaimu, apalagi berfikir untuk menghabiskan waktu bersamamu . Permisi. " Senja semakin kesal dan meninggalkan Ega .
No comments:
Post a Comment
Terimakasih telah mengunjungi blog saya. Jangan lupa kembali. Tinggalkan alamat blog anda :)